Determinan Keikutsertaan Penapisan Kanker Serviks Pada Wanita Pekerja Seks

Ana Kurniati1, Supriadi Gandamihardja2, Mamun Sutisna3

ABSTRAK

Kanker serviks merupakan pembunuh nomor dua wanita di dunia, termasuk di Indonesia. Jumlah kasus kanker serviks mengalami peningkatan di Kota Yogyakarta. Program penapisan belum berjalan optimal sehingga cakupannya rendah dan seringkali penderita datang pada keadaan stadium lanjut. Wanita Pekerja Seks (WPS) adalah kelompok yang sangat rentan dan berisiko tinggi terkena kanker serviks serta sebagai reservoir HPV. Keikutsertaan WPS dalam penapisan kanker serviks masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang berhubungan dengan keikutsertaan WPS dalam penapisan kanker serviks. Jenis penelitian studi observasional dengan rancangan analitik korelatif. Subjek penelitian adalah WPS yang bekerja di Komplek Pasar Kembang Kota Yogyakarta. Analisis menggunakan Chi-kuadrat (X2) dan regresi logistik (p<0,05). Analisis data menunjukkan sebanyak 64,3% responden tidak menjalani penapisan kanker serviks. Umur berhubungan dengan keikutsertaan penapisan kanker serviks (p=0,006), pendidikan tidak berhubungan dengan keikutsertaan penapisan kanker serviks (p=0,418) dan sebanyak 51,4% responden berpendidikan dasar, lama bekerja sebagai WPS berhubungan dengan keikutsertaan penapisan kanker serviks (p=0,000), pengetahuan berhubungan dengan keikutsertaan WPS dalam penapisan kanker serviks (p=0,010) dan 40% responden berpengetahuan rendah, sikap tidak berhubungan dengan keikutsertaan dalam penapisan kanker serviks (p=0,164) dan 47% responden bersikap negatif. Determinan paling dominan adalah pengetahuan dengan nilai rasio prevalensi sebesar 3,67 (p<0,05). Sosiodemografi (umur dan lama bekerja sebagai WPS), pengetahuan berhubungan secara bermakna dengan keikutsertaan dalam penapisan kanker serviks, sedangkan pendidikan dan sikap tidak berhubungan dengan keikutsertaan dalam penapisan kanker serviks.

Kata kunci : penapisan kanker serviks, pengetahuan, sikap, sosiodemografi.

Type : Kesehatan Ibu dan Anak

Bibliografi : Kesehatan Ibu dan Anak, Volume 4, No.2, November 2013

Posted by : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Posted on : November 2013

Perbandingan Suhu Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Perawatan Metode Kanguru Dan Perawatan Konvensional

Yani Dwi Lestari1, Sabar Santoso2, Munica Rita H3

ABSTRAK

BBLR terancam kematian terutama pada neonatal dini akibat hipotermi, asfiksia, dan infeksi. Perawatan BBLR yang berkualitas dapat menurunkan kematian neonatal seperti inkubator dan perlengkapannya pada NICU, akan tetapi teknologi ini relatif mahal dan sangat terbatas. PMK merupakan salah satu teknologi tepat guna yang sederhana, murah dan sangat dianjurkan untuk perawatan BBLR. Propinsi DIY mengalami peningkatan Angka kematian neonatal dari tahun 2010-2011, tertinggi di Kabupaten Gunungkidul yaitu sebanyak 123 kasus. Kejadian BBLR di RSUD Wonosari mengalami peningkatan yaitu 30,28% pada tahun 2011 menjadi 35,25% pada tahun 2012. RSUD Wates merupakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, PMK sudah menjadi protab. Kejadian BBLR di RSUD Wates mengalami peningkatan dari 280 kasus menjadi 382 kasus pada tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rata-rata suhu badan BBLR yang dirawat dengan Perawatan Metode Kanguru dan PerawatanKonvensional. Jenis penelitian observasi analitik dengan rancangan cohort (prospektif). Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi berat lahir rendah di RSUD Wonosari dan RSUD Wates pada bulan April sampai dengan bulan Juli yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Besar sampel 34 untuk masing-masing kelompok. Hasil uji Independent T Test nilai perbedaan rerata pada PMK sebesar 37,0 ± 0,17 dan pada perawatan konvensional sebesar 36,4 ± 0,36 dan nilai p-value <0,001. PMK lebih efektif dalam menjaga suhu badan bayi berat lahir rendah.

Kata kunci : perawatan metode kanguru, suhu badan, BBLR.

Type : Kesehatan Ibu dan Anak

Bibliografi : Kesehatan Ibu dan Anak, Volume 4, No.2, November 2013

Posted by : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Posted on : November 2013

Perbedaan Lama Kala Ii Primipara Yang Senam Hamil Dan Tidak Senam Hamil

Wenna Ismeili1, Suherni2, Tri Maryani3

ABSTRAK

Partus lama merupakan salah satu penyebab kematian ibu sebesar 8% di dunia dan 9% di Indonesia, biasa terjadi terutama pada primipara. Kala II persalinan disebut tahap kritikal karena semua prediksi awal bisa berubah sama sekali dari perkiraan. Faktor tenaga merupakan faktor penting dalam persalinan yang dapat dikendalikan agar persalinan berlangsung lancar. Salah satu upaya yaitu dengan senam hamil. RB Rachmi memberikan pelayanan senam hamil. Peminat senam hamil menurun pada akhir tahun 2012 yaitu dari rata-rata 15-25 orang per minggu menjadi 10-15 orang. Tujuan untuk mengetahui perbedaan lama kala II primipara yang senam hamil dan tidak senam hamil. Jenis Penelitian observasional dengan desain kohort prospektif. Penelitian dilakukan di RB Rachmi Kota Yogyakarta. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 18 orang untuk tiap kelompok, dianalisis dengan Independent t test. Hasil : Rata-rata lama kala II primipara yang senam hamil adalah 20.56 menit dan tidak senam hamil adalah 47,50 menit dengan beda rata-rata sebesar 26,944 menit. Hasil uji Indepent t test p value 0,0001 (< 0,05). Kesimpulan : Ada perbedaan lama kala II primipara yang senam hamil dan tidak senam hamil di RB Rachmi Kota Yogyakarta Tahun 2013.

Kata kunci : senam hamil, lama kala II, primipara.

Type : Kesehatan Ibu dan Anak

Bibliografi : Kesehatan Ibu dan Anak, Volume 4, No.2, November 2013

Posted by : Kesehatan Ibu dan Anak

Posted on : November 2013

Kantung Polyurethane Dan Kejadian Hipotermia Pada Berat Badan Lahir Rendah

Viki Rahmawati1, Sari Hastuti2, Wafi Nur Muslihatun3

ABSTRAK

Kantung polyurethane adalah suatu rancangan kantung penahan panas bagi BBLR yang terbuat dari bahan kedap udara sampai batas leher dan menutup tubuh bayi. Aliran udara terbuka mempercepat terjadinya hipotermia, BBLR lebih cepat kehilangan panas, terutama secara konveksi. Tahun 2013 35% BBLR terjadi hipotermia pada saat pengiriman ke NICU. Modifikasi rancangan kantung metode pembungkusan polyurethane pada saat proses pengiriman ke NICU bertujuan untuk meminimalkan risiko hipotermia pada BBLR. Tujuan penelitian untuk diketahuinya pengaruh kantung polyurethane terhadap kejadian hipotermia pada BBLR di RSUD Wonosari tahu 2013. Jenis penelitian experimental quasi, rancangan post test with control group. Lokasi penelitian di Ruang bersalin dan Ruang Perinatal RSUD Wonosari. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian BBLR dilakukan pembungkusan kantong polyurethane. Jumlah subjek sesuai kriteria 32 responden, dibagi 2 kelompok yaitu 16 kelompok perlakuan (BBLR menggunakan kantung polyurethane) dan 16 kelompok kontrol (tidak menggunakan kantung polyurethane). Analisis menggunakan chi square. Ada hubungan kantung polyurethane pada BBLR dengan nilai p=value 0,01<0,05 OR 0,1 (CI 95%0,0-0,7). BBLR yang menggunakan kantung polyurethane memiliki risiko untuk terjadi hipotermia 1 kali lebih besar dibandingkan dengan BBLR yang tidak menggunakan kantung polyurethane.

Kata kunci : kantung polyurethane, hipotermia, BBLR

Type : Kesehatan Ibu dan Anak

Bibliografi : Kesehatan Ibu dan Anak, Volume 4, No.2, November 2013

Posted by : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Posted on : November 2013

Pengaruh Pemberian Informasi Melalui Facebook Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kehamilan Remaja

Dimar Veminisnaini1, Siti Tyastuti2, Yuliasti Eka Purnamaningrum3

ABSTRAK

Di DIY perempuan yang berusia 16-20 tahun yang telah melahirkan sebanyak 1-2 anak ada 56,1%. Sementara itu di Kabupaten Kulon Progo dari tahun 2009-2011 terjadi peningkatan kehamilan remaja dengan persentase 11,2%, 11,7%, dan 11,8%. Jumlah kehamilan remaja tertinggi berada di Kecamatan Wates. Pemberian informasi yang tepat dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kehamilan remaja. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi melalui facebook terhadap peningkatan pengetahuan kehamilan remaja. Jenis penelitian experiment dengan pretest-postest with control group design. Penelitian dilakukakan di SMA N 2 Wates sebagai kelompok eksperimen dan SMA N 1 Wates sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian siswa kelas X. Jumlah sampel 53 responden untuk setiap kelompok. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil pretest nilai ratarata kelompok eksperimen 66,9% dan kelompok kontrol 67,7%. Hasil postest nilai rata-rata kelompok eksperimen 91,0% dan kelompok kontrol 73,2%. Hasil uji paired sample t-test nilai p-value<0,05 sehingga ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dengan postest. Peningkatan pengetahuan pada kelompok eksperimen sebesar 23,9 sedangkan kelompok kontrol 5,7. Hasil uji independent sample t-test nilai p-value 0,00 (p value<0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian informasi melalui facebook terhadap peningkatan pengetahuan kehamilan remaja pada siswa kelas X SMA N 2 Wates tahun 2013.

Kata kunci : informasi, facebook, pengetahuan, kehamilan, remaja

Type : Kesehatan Ibu dan Anak

Bibliografi : Kesehatan Ibu dan Anak, Volume 4, No.2, November 2013

Posted by : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Posted on : November 2013