WASTE MANAGEMENT BY THE COMMUNITY IN SUKUNAN VILLAGE, INDONESIA – TURNING WASTE INTO INCOME

Iswanto

  abstract

  In 2000, Sukunan farmers complained to rubbish, especially plastic. The rubbish entered their rice fields and destroyed the plants. Considering the problem had encouraged Sukunan people to seek an appropriate solution.

In 2002, a simple experiment to solve the organic waste was conducted. A simple composting method was resulted. Scavengers inYogyakartalandfill sites picked and separated plastic, paper, metal-glass and sold them. If every family separated their rubbish, they will be collecting material of value rather than just waste.  Beside that, many handicrafts can be made from rubbish by Sukunan women.

In 2003, a community based waste-management system was set up.  In January 2004, a Sukunan’s waste management team was established.  The team and Sukunan leaders introduced the system to all people through many strategies and methods, such as demonstrations, games, competition, songs, poems, discussion, training, writing, diagrams, leaflets, appeal letters, face to face and other socially empowering approaches. The Sukunan youth has made and painted bins for separation rubbish.

Now, most Sukunan people have known that the garbage is a valuable resource. There are now opportunities to run community businesses, such as making handicrafts, producing compost, collecting and selling rubbish, establishing recycling facilities and a business training centre. Besides, Sukunan people do not need to pay the waste cost, even the village will get additional income from rubbish.

Keywords : waste, management, community based, Sukunan, income

EFEKTIVITAS DAUN ZODIA TERHADAP JUMLAH KEMATIAN NYAMUK Aedes sp

   

Rizki Amalia

 Abstrak

 Zodia merupakan tanaman asli lndonesia yang berasal dari daerah Irian (Papua). Menurut hasil analisa yang dilakukan oleh Balai PenelitianTanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan gas kromatografi, minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool (46%) dan a-pinene (13,26%) di mana tinalool sudah sangat dikenal sebagai pengusir (repellent) nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai Efektivitas daun zodia terhadap jumlah kematian nyamuk Aedes sp. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Experimen kuasi dengan desain after only with control design. Hasil Penelitian menunjukkan berdasarkan hasil uji Anova jumlah kematian nyamuk diperoleh data dengan pValue sebesar 0,090 (P>0,05). Artinya bahwa dari masing-masing konsentrasi ekstrak daun zodia tidak ada perbedaan terhadap kematian nyamukAedes sp. Berdasarkan ujiAnova jumlah daya tolak nyamuk diperoleh data dengan p Value sebesar 0,000 (P<0,05). Artinya bahwa dari masing-masing konsentrasi ekstrak daun zodia ada perbedaan terhadap daya tolak nyamukAedes sp. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan masing-masing ekstrak daun zodia terhadap jumlah kematian nyamuk Aedes sp.

Kata Kunci : Daun Zodia, Kematian, Aedes sp

 

 

 

 

FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA PEMBESARAN PROSTAT JINAK (STUDI KASUS DI RS DR. KARIADI, RSI SULTAN AGUNG, RS ROEMANI SEMARANG)

     

Rizki Amalia

Abstrak

Latar Belakang : BPH merupakan penyakit yang biasa terjadi pada laki-laki usia lanjut, ditandai dengan pertumbuhan yang sangat cepat pada epitel prostat dan daerah transisi jaringan fibromuscular pada daerah periurethral yang bisa menghalangi dan mengakibatkan pengeluaran urin yang tertahan. Data prevalensi tentang BPH secara mikroskopi dan anatomi sebesar 40% dan 90 % terjadi pada rentang usia 50-60 tahun dan 80-90 tahun. Di samping efek yang penting pada kesehatan masyarakat, penyebab BPH masih sedikit mendapatkan perhatian. Identifikasi faktor risiko BPH harus mengetahui etiologi sehingga bisa menentukan intervensi efektif atau mengarahkan strategi. Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode case control study. Diagnosis penderita BPH dilihat dari hasil USG, sedang pada kelompok kontrol juga dilakukan dengan USG tapi tidak terjadi pembesaran Prostat. Analisis data diiakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square test dan analisis multivariat dengan metode regresi logistik berganda. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap BPH adalah umur >50 tahun (OR : 6,27 ;95% Cl : l,7l-22,99 ; p : 0,006), riwayat keluarga (OR = 5,28 ; 95% CI : 1,78- 15, 69 ; p = 0,003), kurangnya makan-makanan berserat (OR : 5,35 ; 95% CI : l,9l-14,99; p:0,001) dan kebiasaan merokok (OR = 3,95 ;95% CI : 1,35-11,56 ; p = 0,012). Sedangkan faktor-faktor risiko yang tidak berpengaruh terhadap BPH adalah riwayat obesitas (OR : 1,784;95%Cl 0,799-3,987;p:0,156), kebiasaan berolahraga (OR:3,039;95% : 1,363-6,775;p= 0,006), Riwayat penyakit Diabetes Mellitus (OR: 5,829 ;95%: 1,803-18,838 ; p = 0,001), Kebiasaan minum-minuman beralkohol (OR : 1,973 ;95% CI : 0,821-4,744 ; p : 0,126). Probabilitas untuk individu untuk terkena BPH dengan semua faktor risiko diatas adalah sebesar 93,27%. Kesimpulan : Faktor risiko terjadinya pembesaran prostat jinak adalah umur, riwayat keluarga, kurangnya rnakan-makanan berserat dan kebiasaan merokok.

Kata Kunci : Studi Kasus Kontrol, BPH, Faktor Risiko

 

 

 

 

Perilaku Bertelur Nyamuk Aedes Aegypti Pada Air Sumur Gali dan Air Comberan

    

Rizki Amalia, Sayono, Sunoto

 ABSTRAK

Aedes aegypti merupakan vektor utama DBD, secara teoritis diyakini bahwa Aedes Aegypti berkembangbiak pada air bersih. Namun demikian ada beberapa penelitian menemukan larva Aedes aegypti pada air sumur gali tetapi belum jelas darimana asalnya dan penelitian lainnya menemukan perilaku bertelur Aedes aegypti pada air sabun. Tujuan penelitian adalah untuk (1) membuktikan perilaku Aedes Aegypti pada air comberan dan air sumur gali, (2) membuktikan bahwa nyamuk Aedes aegypti dapat bertelur pada air sumur gali dan air comberan. Penelitian menggunakan metode Eksperimen Kuasi. Variabel bebasnya adalah penggunaan air comberan, air sumur gali (kelompok perlakuan) dan air bersih kelompok kontrol) sebagai air tempat perindukan nyamuk dan telur Aedes aegypti sebagai variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan post test only with control group. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan Analisis of Varian (AN0VA). Jumlah telur dltemukan pada air comberan (1730 butir), air bersih t1656 butir) dan air sumur gali (1073 butir). Rata-rata telur pada air comberan (288,33 butir), air bersih (276,00 butir) dan air sumur gali (178,83 butir). Nyamuk Aedes aegypti terbukti bisa bertelur pada air tempat perindukan yang disediakan pada eksperimen yaitu air bersih, air sumur gali dan air comberan.

Kata Kunci : Aedes aegypti, eksperimen, perilaku bertelur

RISK FACTORS ABOUT THE INCIDENCE OF CARIES ON CHILDREN IN RURAL AND URBAN

      

Quroti A’yun*, Julita Hendrartini**

ABSTRACT

Introduction: Different environmental factors of children in rural and urban impact of different factors that cause caries. Factor that directly play a role in the incidence of caries on children includes the oral and dental condition, while the indirect factors include children’s behavior, parents and environment. The purpose of this study was to determine the risk factors for the occurrence of caries in children in rural and urban.

Experiment procedure : This research belongs to observational research with the design of analytical cross sectional studies. Population was elementary school students and parents living in Yogyakarta Province. Samples consisted of 258 children and 258 parents in rural and 184 children and 184 parents in urban taken using proportional stratified random sampling. Independent variable of the research included saliva pH, amount of plaque, caries experience, use of health service,  mother’s behavior, children’s behavior, school dental health servive,  and peers. Dependent variable is dental caries.

Result and discussion: Based on chi-square  analysis, the order of the variables that influence the occurrence of dental caries on children in rural areas are mother’s behavior in maintaining dental health  (X5) OR 14.589;  amount of plaque  (X2) OR 8.158;  caries experience (X3) OR 6, 23; mother’s behavior in selecting  food (X6) OR 5.162; saliva pH (X1) OR 4.138; children’s behavior in maintaining dental health  (X8) OR 4.079; children’s  behavior in selected food (X9) OR 4.053, and peer  (X11 ) OR 2.805. Variable that influence the occurrence of dental caries on children in urban are  children’s behavior in selected food (X9) OR 4.030; children’s behavior in maintaining dental health (X8) OR 3.318; caries experience (X3) OR 3.216;  and saliva pH (X1) OR 2.896.

Conclusions: (1) children’s factors include the saliva pH, caries experience, children’s behavior in maintaining dental health and children’s behavior in eating habit significantly on the incidence of caries on children in rural and urban (2) amount of plaque, mother’s behavior in maintaining dental health, mother’s behavior selected food, and peers influence significantly on the incidence of caries on children in rural.

 Key words: caries, behavior, risk factor, rural, urban